Kamis, 29 Oktober 2009
A. Tujuan: Kengetahui kadar air, lemak, abu, protein, dan serat kasar pada sampel bungkil kedelai
B. Prinsip:
1. Analisa kadar air: Kandungan air di dalam bahan contoh dihitung berdasarkan susut bobot contoh yang dikeringkan pada suhu 105ºC sampai diperoleh bobot yang konstan.
2. Analisa kadar serat kasar: Ekstraksi sampel dengan asam atau basa untuk memisahkan serat kasar dari bahan lain
3. Analisa kadar lemak: Lemak dalam sampel dihidrolisis terlebih dahulu dengan larutan asam untuk membebaskan lemak yang terikat kemudian lemak dapat diekstrak dengan pelarut non-polar.
4. Analisa kadar abu: Residu sampel yang dipijarkan pada suhu 550−600°C ± 25°C menggunakan tanur, dihitung dalam % bobot.
5. Analisa kadar protein: senyawa nitrogen diubah menjadi ammonium sulfat oleh H2SO4 pekat. Ammonium sulfat yang terbentuk diuraikan dengan NaOH. Amoniak yang dibebaskan diikat dengan asam borat lalu dititrasi dengan larutan baku asam.
C. Tinjauan Pustaka:
Mutu suatu produk dan jasa dapat didefinisikan sebagai gabungan sifat-sifat yang khas yang terdapat dalam suatu produk dan jasa dan dapat membedakan setiap satuan produk dan jasa serta mempengaruhi secara nyata penentuan derajat penerimaan konsumen terhadap produk dan jasa tersebut. Berikut ini beberapa definisi mutu:
a. Sesuatu yang yang dapat disempurnakan dan memiliki nilai yang bisa
ditawarkan kepada konsumen. (Masaaki Imai).
b. Kesesuaian dengan tujuan atau manfaatnya. (J.M.Juran)
c. Kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability, delivery,
reliability, maintainability dan cost effectiveness. (Crosby)
Secara umum pengawasan mutu bertujuan untuk menghindarkan kemungkinan yang merugikan dalam kegiatan produksi dan perdagangan, menjaga dan memelihara mutu suatu produk dan jasa, menanamkan kepercayaan dalam usaha perdagangan guna meningkatkan pendapatan produsen, melindungi konsumen dari kemungkinan pemalsuan atau barang yang menyangkut keamanan, keselamatan, kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup.
D. Alat dan Bahan
Alat: Soxlet, labu lemak, hot plate, eksikator, cawan petri, neraca analitik, oven, kertas saring, selongsong, pipet ukur, batu didih, beaker glass, pompa pakum, pendingin tegak, pipiet volum, crustang,botol timbang, spatula, gelas ukur, labu ukur.
Bahan: pakan ayam, alkohol 95%, aquades, Asam sulfat, H2SO4 1,25%, Asam klorida, HCl 3%, larutan KI 20%, larutan natrium tiosulfat, Na2S2O3 0,1 N, larutan kanji 0,5%, Natrium Hidroksida, NaOH 3,25%, HCL 25%,.
E. Prosedur
1. Kadar air: SNI 01-2891-1992
2. Kadar serat kasar: SNI 01-2891-1992
3. Kadar lemak: SNI 01-2891-1992
4. Kadar abu: SNI 01-2891-1992
5. Kadar protein: SNI 01-2891-1992
F. Data Pengamatan
Parameter Persyaratan Mutu Hasil pengujian Satuan
Mutu 1 Mutu 2
Kadar air 12 12 15,52 %
Kadar abu 7 8 7,27 %
Kadar protein 46 40 34,11 %
Kadar lemak 3,5 5 3,19 %
Kadar serat kasar 6,5 9 3,32 %
G. Pembahasan
Secara umum analisa atau pengujian adalah usaha pemisahan suatu objek menjadi komponen-komponen penyusunnya sehingga dapat dikaji lebih lanjut. Analisa proksimat adalah analisis atau pengujian kimia yang dilakukan untuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut dalam industri menjadi barang jadi. Tujuan analisia adalah untuk mengetahui secara kuantitatif komponen utama bahan. Analisa proksimat adalah analisis atau pengujian kimia yang dilakukan untuk bahan baku yang akan diproses lebih lanjut dalam industri menjadi barang jadi Disebut analisa proksimat, artinya analisa bertujuan memperkirakan (approximate) kandungan gizi suatu bahan. Komponen utama untuk bahan dan produk pangan terdiri dari komponen air (kadar air), komponen abu (kadar abu), komponen lemak (kadar lemak), komponen protein (kadar protein), komponen karbohidrat (kadar karbohidrat). Pada praktikum dilakukan beberapa parameter pengujian yaitu penentuan kadar air, kadar karbohidrat, kadar serat kasar, kadar lemak, kadar abu dan kadar protein.
1. Kadar air
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan. Fungsi air tidak pernah dapat digantikan oleh senyawa lain. Air juga merupakan salah satu komponen utama dalam bahan dan produk pangan. Disebut komponen utama karena kandungan air dalam bahan cukup besar jumlahnya, dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa. Kandungan air dalam bahan pangan dan produk pangan umumnya pada level kritis atau sangat penting.
Kandungan air dalam bahan bersifat kritis karena keberadaannya berpengaruh langsung pada daya tahan bahan. Peranan air adalah dapat menjadi penyebab kerusakan atau akan memudahkan rusaknya bahan. Kandungan air dalam bahan makanan juga ikut menentukan acceptability, kesegaran, dan daya tahan bahan itu. Air dalam produk pangan digolongkan menjadi air bebas, air terikat lemah dan air terikat kuat. Jadi air sangat penting dalam bahan ataupun produk pangan.
Pada penentuan kadar air bungkil kedelai digunakan metode oven atau pengeringan SNI 01-2891-1992 yaitu mengeringkan bahan didalam oven selama 3 jam terlebih dahulu dengan suhu 105ºC. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kadar air dalam bungkil kedelai 15,52%, berarti nilai tersebut melebihi persyratan mutu yaitu 12%.
2. Kadar serat kasar
Serat kasar adalah senyawa yang tidak dapat dicerna dalam organ pencernaan manusia maupun hewan. Definisi lain serat kasar yaitu bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia yang digunakan untuk menentukan kadar serat kasar antara lain asam sulfat (H2SO4 1,25%) dan natrium hidroksida (NaOH 3,25%). Serat kasar mengandung senyawa selulosa, lignin, dan hemiselulosa. Piliang dan Djojosoebagjo (2002), mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan serat kasar ialah sisa bahan makanan yang telah mengalami proses pemanasan dengan asam kuat dan basa kuat selama 30 menit yang dilakukan di Laboratorium
Langkah pertama mengkonstankan kertas saring tak berabu whatman 41 dan kotak timbang sampai bobot tetap. Sampel ditimbang 2 gram. Pertama-tama dilakukan defatting yaitu menghilangkan lemak dalam sampel menggunakan pelarut lemak atau membebaskan lemaknya dengan cara mengenaptuangkan contoh dalam pelarut organik yaitu heksan sebanyak tiga kali. Mengeringkan sampel pada oven. Selanjutnya memasukan sampel ke dalam erlenmeyer 500 mL, menambahkan 50 mL H2SO4 1,25% mendidihkannya selama 15 menit dengan menggunakan pendingin tegak, menambahkan 50 mL NaOH 3,25%.
Dalam keadaan panas menyaring larutan dengan menggunakan corong Buchner, mencuci endapan yang terdapat pada kertas saring berturut turut dengan H2SO4 1,25% dan dengan etanol 96% Setelah penyaringan selesai kertas saring diangkat beserta isinya dan dimasukan kedalam kotak timbang yang telah diketahui bobotnya, mengeringkannya pada suhu 105ºC, mendinginkannya dalam eksikator selama 15 menit kemudian menimbang kertas saring hingga diperoleh bobot tetap.
Berdasarkan pengujian kadar serat kasar bungkil kedelai dengan SNI 01-2891-1992 diperoleh 3,32%, berarti nilai tersebut memenuhi persyaratan mutu yang telah ditentukan yaitu 6,5% (mutu 1) dan 9% (mutu 2).
3. Kadar lemak
Lemak dan minyak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Salah satu sifat yang khas dan mencirikan golongan lipida adalah daya larutnya dalam pelarut organik (seperti ether, benzene, khloroform) atau sebaliknya ketidak-larutannya dalam pelarut air. Secara amum lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat. Lemak terdapat pada hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Kandungan lemak dalam pangan adalah lemak kasar dan merupakan kandungan total lipida dalam jumlah sebenarnya. Minyak dan lemak mempunyai titik didih yang tinggi yaitu sekitar 200ºC
Analisa kadar lemak dilakukan dengan metode weibull SNI 01-2891-1992. Menimbang sampel ke dalam beaker glass kemudian menambahkan 30 mL HCl 25%, 20 mL aquades dan batu didih, didihkan selama 15 menit, selanjutnya menyaring dalam keadaan panas. Residu hasil penyaringan dicuci dengan air panas hingga tidak bereaksi asam lagi, penyaringan dilakukan saat masi panas karena untuk menghilangkan sisa-sisa asam dari residu. Kertas saring dan isinya di oven pada suhu 100-105ºC, sampel harus dikeringkan karena adanya air dalam sampel dapat menghambat kontak antara lemak dengan larutan pelarut, selain itu apabila pelarut lemak yang digunakan bersifat menyerap air maka pelarut akan jenuh dengan air sehingga proses ekstraksi tidak efisien. Residu sampel beserta kertas saring dimasukan kedalam selongsong, dan disekstrak dengan heksana pada suhu ±80ºC selama 3 jam, selanjutnya menyulingkan larutan heksana dan mengeringkan ekstrak lemak pada oven dengan suhu 100-105ºC kemudian mendinginkan dan menimbang. Proses pengeringan diulang kembali hingga tercapai bobot tetap.
Berdasarkan pengujian kadar lemak bungkil kedelai dengan SNI 01-2891-1992 diperoleh 3,19%, berarti nilai tersebut memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan yaitu 3,5% (mutu 1).
4. Kadar abu
Abu total didefinisikan sebagai residu yang dihasilkan pada proses pemakaran bahan organik pada suhu 550°C, berupa senyawa anorganik dalam bentuk oksida, garam dan juga mineral. Abu total yang terkandung di dalam produk pangan sangat dibatasi jumlahnya, kandungan abu total bersifat kritis. Kandungan abu total yang tinggi dalam bahan dan produk pangan merupakan indikator yang sangat kuat bahwa produk tersebut potensi bahayanya sangat tinggi untuk dikonsumsi. Tingginya kandungan abu berarti tinggi pula kandungan unsure-unsur logam dalam bahan atau produk pangan.
Dalam penentuan kadar abu sebelum cawan dikonstankan, terlebih dahulu dipijarkan dalam tanur, lalu dikonstankan. Setelah pengabuan selesai sebelum dimasukan ke dalam eksikator, dimasukan ke dalam oven cawan tersebut. Lamanya pengabuan tergantung janis bahan yang diuji, penguabuan dianggap selesai apabila diperoleh hasil pengabuan sampel berwarna putih abu-abu dan beratnya konstan.
Berdasarkan pengujian kadar abu bungkil kedelai dengan SNI 01-2891-1992 diperoleh 7,27%, berarti nilai tersebut tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan yaitu 7% (mutu1) dan 8% (mutu 2).
5. Kadar protein
Protein merupakan polimer dari sekitar 21 asam amino yang berlainan disambungkan dengan ikatan peptide. Protein terdapat baik dalam produk hewan maupun produk tumbuhan. Menurut strukturnya protein merupakan makromolekul dengan berbagai tingkat pengorganisasian struktur. Definisi lain dari protein yaitu asam amino yang agak berbeda karena pada atom nitrogen terikat dua ikatan yaitu dalam bentuk nitrogen sekunder.
Pada pengujian kadar protein pakan ayam ini menggunakan metode kjeldhal yang dibagi menjadi tiga tahap yaitu:
• Destruksi
Sampel ditambahkan H2SO4 pekat, sebelum sanpel didekstruksi ditambahkan campuran selen sebagai katalisator. Selen membantu proses oksidasi dan meningkatkan titik didih H2SO4 sehingga proses ini dapat dipercepat. Proses destruksi dilakukan hingga larutan kehijau-hijaun setelah dipanaskan. Reaksi yang terjadi pada tahap ini adalah sebagai berikut:
Protein + oksidator → NH4 + CO2 + H2O + lain-lain
• Destilasi
Destilasi sampel hasil destruksi adalah untuk mengubah senyawa ammonium sulfat menjadi ammonium hidroksoda yang mudah terurai menjadi ammonia/NH3 yang mudah menguap. Sampel yang telah didekstruksi dibiarkan dingin lalu diencerkan ke labu ukur 100 ml, dipepet 5 ml dan dimasukan ke labu kjeldha serta ditambahkan beberapa tetes indicator PP, 5 ml NaOH 30%. l Faktor kritis pada tahap ini adalah penggunaan larutan asam borat yang menangkap gas ammonia. . NH3 yang terbentuk disuling dan ditampung larutan asam borat sebagai penangkap. Ujung kondensator harus terendam dalam larutan asam borat sehingga tidak ada asam borat yang menguap.
• Titrasi
Destilat dititrasi oleh HCl 0,01 N, titk akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna biru menjdi merah muda.
Berdasarkan pengujian kadar protein bungkil kedelai dengan SNI 01-2891-1992 diperoleh 34,11%, berarti nilai tersebut tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan yaitu minimal 46%(mutu 1) dan minimal 40% (mutu 2).
H. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dan berdasarkan data hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa dari beberapa parameter yang diuji pada sampel bungkil kedelai yaitu kadar air 15,52% tidak memenuhi standar mutu, kadar abu 7,27% memenuhi standat mutu 2 saja, kadar serat kasar 3,32% memenuhi standar mutu, kadar lemak 3,19% memenuhi standar mutu dan kadar protein 34,11% tidak memenuhi standar mutu. Jadi bungkil kedelai tersebut mempunyai mutu yang kurang bagus karena protein sebagai kandungan utamanya tidak memenuhi standar mutu.
I. Daftar Pustaka
1. Irawati. 2008. Modul PJJ Pengujian Mutu 1. VEDCA. Cianjur
2. SNI Makanan dan Minuman 01-2891-1992
3. Sudarmadji, Slamet. dkk. 1996. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta. Liberty
Rabu, 28 Oktober 2009
tips alami tanpa make-up
Lakukan perawatan kulit secara konsisten
Untuk meninggalkan makeup membutuhkan perawatan kulit yang serius dan kontinu. Cleansing muka dua kali sehari dengan cleanser yang ringan diikuti krim moisturizer khusus yang cocok dengan kulit Anda menjadi awal yang bagus untuk memulainya. Herbal steam facial bisa dilakukan di rumah dua kali seminggu untuk membersihkan stoma kulit wajah dan memberikan wajah yang bersinar. Teruskan perawatan ini secara rutin sebagai religi wajib jika Anda berencana untuk mengurangi atau meninggalkan kameup.
Exfoliasi kulit wajah sebelum beraktifitas keluar
Ini salah satu cara terbaik untuk mendapatkan kulit wajah yang cantik. Di pagi hari sebelum pergi keluar, gunakan exfoliating pad (misal: tisu wajah) dan cleanser untuk memijat wajah kearah berputar untuk paling tidak satu menit. Ini akan mengangkat kulit mati di wajah dan meningkatkan sirkulasi darah kewajah, memberikan wajah Anda lembut bersinar.
Beristirahat cukup
Jika ingin tampil natural, penting sekali untuk istirahat malam paling tidak tujuh atau delapan jam. Kulit wajah yang lelah akan terlihat pucat dan bulatan hitam di bawah mata akan terlihat lebih. Jika Anda tidak beristirahat cukup dan mata terlihat sayup terkantuk, cobalah gunakan terapi kompres es batu untuk tiap mata Anda selama sepuluh menit untuk mengurangi mata tampak sayu terkantuk.
Minum air putih yang (cukup) banyak
Kulit wajah Anda akan tampak sangat bagus saat kelembaban kulit cukup. Minum air putih paling tidak delapan gelas sehari untuk menjaga kekeringan kulit. Hindari minum minuman yang mengandung alkohol atau kafein dari kopi yang bisa memicu pengurangan kelembaban kulit.
Pakailah pelindung kulit wajah
Produk pelindung wajah dari sengatan ultraviolet sinar matahari sangat banyak di pasaran. Cobalah untuk memilih yang sesuai dengan kondisi kulit wajah Anda. Menghindari jatuhnya sinar matahari secara langsung kekulit wajah sangat mengurangi kemungkinan kulit wajah Anda terbakar atau iritasi.
Selasa, 27 Oktober 2009
Tips Kecantikan Wajah
Secara umum baik wanita mau pun pria harus menjaga kulitnya dari berbagai gangguan. Tindakan yang patut dilakukan adalah berikut ini:
• Cuci tangan yang bersih sebelum menyentuh wajah Anda
• Lakukan cleansing kulit wajah pada pagi dan malam hari: Perlu dilakukan di malam hari – meski Anda tidak ber-makeup, karena wajah mudah dinodai oleh polusi. Perlu pula dilakukan pada pagi hari, karena kulit Anda mengeluarkan lemak dan kotoran pada malam hari
• Di malam hari, luangkan waktu untuk memijat kulit untuk menstimulasi sirkulasi pertukaran sel-sel pada kulit. Pijatan lembut selama dua menit bisa menghilangkan keletihan, menyantaikan wajah dan memberi kecerahan kulit.
• Lindungi kulit secara benar, apalagi bila Anda sering bepergian.
• Banyaklah minum air putih.
Untuk kulit kering:
• Berilah kesenangan setiap saat.
• Ubah jenis produk perawatan kulit sesuai musim, iklim, dan gaya hidup Anda: lingkungan ber-AC, kehidupan di alam terbuka
• Mulailah menggunakan produk perawatan anti-ageing, segera setelah pertanda penuaan muncul. Hal ini kerap terjadi lebih cepat untuk jenis kulit Anda (utamanya di area sekitar mata)
• Hindari mandi dengan air panas, ada baiknya memakai bath oil.
Untuk kulit sensitif:
• Hangatkan dulu produk perawatan di genggaman tangan sebelum Anda memakainya. Lakukan perawatan kulit tanpa menggosok
• Sebaiknya gunakan jari jemari daripada katun wol, kain atau tisu.
• Gunakan penyemprot air, jangan membasuh melalui keran air.
Untuk kulit separuh baya:
• Pilihlah produk perawatan kulit anti-ageing tergantung pada kondisi kulit, kebutuhan dan musim.
• Leher, mata, dan tangan Anda bisa mengurangi keindahan penampilan, jadi imbali mereka dengan perhatian yang sangat spesial.
• Di setiap pagi yang menyulitkan, janganlah ragu buat menggunakan produk kecantikan yang sesuai, yang bisa melembutkan permukaan kulit.
• Sering terkena sinar matahari langsung, bisa menyebabkan keriput dan noda di kulit.
Untuk kulit berminyak
• Lindungi dirimu dari sinar matahari langsung, dan penimbunan lemak di kulit wajah
• Jangan mengeluarkan jerawat dan beruntusan di wajah secara swalayan
• Lakukan perawatan peeling pada wajah sekali hingga tiga kali seminggutips perawatan tubuh
Pertama
Latihan Untuk Membentuk Pantat
Gerakan berjongkok dengan satu kaki ke depan merupakan latihan penting untuk membentuk bagian pantat dan sekitarnya. Berdiri dengan satu kaki di depan, dan yang satunya di belakang. Tekuk lutut dan pindahkan berat badan ke depan. Tahan agar kaki belakang Anda bertahan di lantai. Ulangi gerakan ini selam 10 hingga 20 kali, lalu ganti kaki. Latihan ini berfungsi untuk membentuk bagian otot pantat dan membantu mengencangkannya.
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
tubuh ideal dengan gizi seimbang
HIDUP sehat tak lepas dari pola makan yang sehat pula. Dengan asupan gizi yang seimbang, tak kurang dan tak lebih, Anda pun akan memiliki tubuh yang ideal.
Tubuh ideal, siapa yang tak menginginkannya. Untuk mendapatkannya, Anda tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk menguruskannya. Cukup dengan asupan gizi yang seimbang, Anda tak perlu khawatir tubuh melar. Gizi seimbang ini dibutuhkan selain untuk kesehatan, juga untuk mengatasi kekurangan dan kelebihan berat badan sehingga membentuk badan yang ideal.
Dokter Gizi Klinik dari Klinik Spesialis Semanggi dr Fiastuti Witjaksono Msc SpGK mengatakan bahwa tubuh yang ideal adalah seseorang yang memiliki jumlah berat badan yang pas, tidak berlebih atau tidak kekurangan berat badan. Selain itu, asupan gizinya seimbang. Ada seseorang yang kurus, tetapi sangat kurang karbohidrat, itu sangat tidak baik untuk tubuh.
"Orang dengan tubuh kurus tapi gizinya tidak mencukupi, sama saja bohong, berarti dia belum bisa dikatakan ideal. Dan orang gendut belum tentu harus berhenti minum susu," tandasnya yang selalu mengingatkan bahwa berat badan ideal adalah seseorang yang dengan jumlah asupan gizinya cukup.
jumlah angka penderita obesitas di Indonesia selalu naik dari tahun ke tahun. Berdasarkan Sensus Kesehatan Nasional 1989, prevalensi obesitas di perkotaan adalah 1,1 persen, sedangkan di pedesaan 0,7 persen. Sepuluh tahun kemudian, angka itu meningkat menjadi 5,3 persen di kota dan 4,3 persen di desa. Pada 2004, Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi) menemukan bahwa prevalensi obesitas itu meningkat menjadi 9,16 persen pada pria dan 11,02 persen pada wanita. Bahkan bila dilihat dari ukuran lingkar pinggang, sebanyak 41,2 persen pria mengalami obesitas karena lingkar pinggangnya melebihi 89 cm, sedangkan 53,3 persen wanita mengalami obesitas karena lingkar pinggangnya lebih dari 79 cm.
Hal ini menunjukkan bahwa obesitas merupakan problem serius, yang jumlah penderitanya akan terus meningkat bila masyarakat tidak segera mengubah gaya hidupnya. Mengubah gaya hidup bisa dilakukan dengan mengatur pola makan atau mengatur asupan gizi ke dalam tubuh secara seimbang. Tentunya, Anda masih ingat dengan gambar yang diterapkan pada piramida makanan yang mengajarkan tentang konsumsi makanan. Pada gambar itu, jelas diperlihatkan asupan makanan yang baik untuk tubuh. Pola makan yang tidak seimbang dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti obesitas atau penyakit lainnya. Oleh sebab itu, penting sekali menyeimbangkan gizi yang masuk ke tubuh seseorang, dengan konsumsi yang jelas adalah 4 sehat 5 sempurna.
Komposisi seimbang itu terdiri atas 45-65 persen karbohidrat, 10-25 persen protein dengan perbandingan antara hewani dengan nabati adalah 2:1, selain itu lemak 25-40 persen, dengan tambahan vitamin A, B, C,D, E, K dan Ca.
dampak pemanasan global terhadap lingkungan
Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita ambil contoh meningkatnya kejadian Demam Berdarah. Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit ini memiliki pola hidup dan berkembang biak pada daerah panas. Hal itulah yang menyebabkan penyakit ini banyak berkembang di daerah perkotaan yang panas dibandingkan dengan daerah pegunungan yang dingin. Namun dengan terjadinya Global Warming, dimana terjadi pemanasan secara global, maka daerah pegunungan pun mulai meningkat suhunya sehingga memberikan ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak.
Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
susu
A. Pengertian Susu
Susu didefinisikan sebagai hasil sekresi normal kelenjar susu dari binatang yang menyusui anaknya. Susu adalah hasil pemerahan dari ternak sapi perah atau dari ternak menyusui lainnya yang diperah secara kontinue dan komponen-komponennya tidak dikurangi dan tidak ditambahkan bahan-bahan lain. Dipandang dari segi gizi, susu merupakan bahan makanan yang hampir sempurna dan merupakan makanan alamiah bagi binatang menyusui yang baru lahir, dimana susu merupakan satu-satunya sumber makanan pemberi kehidupan segera sesudah kelahiran. Pada dasarnya semua jenis mamalia termasuk manusia, mampu menghasilkan susu melalui kelenjar mammary.
Gambar 1. Susu
Secara umum susu mamalia ini dapat dikelompokan menjadi 2 golongan yaitu susu “kaya” dan susu “miskin”. Susu kaya adalah susu yang mengandung kadar lemak dan protein tinggi, misalnya susu ikan paus, kelinci, dan anjing laut. Sedangkan susu miskin adalah susu yang mengandung kadar lemak dan protein relatif rendah, misalnya susu sapi, kambing, domba, kuda, kerbau dan manusia. Susu adalah suatu sekresi yang komposisinya sangat berbeda dari komposisi darah yang merupakan asal susu. Misalnya lemak susu, casein, laktosa yang disintesa oleh alveoli dalam kambing, tidak terdapat ditempat lain manapun dalam tubuh sapi. Susu merupakan substrat yang baik untuk pertumbuhan mikroba, karena kadar airnya tinggi, pH-nya netral dan kaya akan zat makanan yang diperlukan oleh mikroba. Susu juga merupakan emulsi lemak dalam air yang mengandung garam-garam mineral, gula, dan protein. Komposisi terbesar terjadi pada kandungan lemak, karena kadar lemak susu sangat dipengaruhi baik oleh faktor internal maupun eksternal.
Susu merupakan makanan cair yang diproduksi oleh kelenjar susu mamalia betina. Sedangkan definisi susu secara kimiawi adalah emulsi (campuran zat yang tidak saling larut) butiran lemak dalam cairan berbahan dasar air. Dalam kata lain, kandungan terbesar susu adalah air dan lemak. Susu biasanya berarti cairan bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu dari mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat.
B. Warna dan Aroma Susu
Warna susu berkisar dari putih kebiruan sampai kuning keemasan, tergantung jenis hewan, pakan dan jumlah lemak/padatan dalam susu. Dalam jumlah besar susu tampak keruh. Dalam bentuk lapisan tipis susu tampak sedikit transparan. Susu dengan kadar lemak rendah atau susu yang sudah dipisahkan lemaknya berwarna kebiru-biruan. Warna putih susu merupakan refleksi cahaya oleh globula lemak, kalsium kaseinat dan koloid fosfat. Karoten adalah pigmen yang menyebabkan warna kuning susu. Karoten susu berasal dari pakan hijauan. Ketajaman warna karoten tergantung dari jumlah pigmen dalam darah yang disekresi bersama-sama susu. Karoten yang terdapat dalam susu secara kimia identik dengan yang terdapat pada tanaman.
Warna kuning susu sangat dipengaruhi oleh pakan. Pakan yang tinggi kadar karotennya menyebabkan warna susu lebih kuning. Pigmen lain yang terdapat dalam susu adalah laktorom atau riboflavin, pigmen ini terlarut dalam susu tetapi hanya tampak pada bagian whey dan menyebabkan warna kehijauan. Dalam susu yang normal warna riboflavin tertutup oleh komponen yang lain.
Susu segar yang normal berasa agak manis dan mempunyai aroma yang spesifik. Aroma susu lenyap jika susu didiamkan beberapa jam atau susu didinginkan. Cita rasa susu berhubungan dengan kandungan laktosa tinggi dan kholida relatif rendah. Susu dengan kandungan laktosa rendah tetapi kadar khlorida tinggi menyebabkan cita rasa susu menjadi asin.
C. Komposisi Rata-rata dan Kisaran Normal Susu Sapi
Tabel 1. Komposisi Rata-rata dan Kisaran Normal Susu Sapi
| Komposisi | Rata-rata (%) |
| Air | 87,25 |
| Lemak | 3,80 |
| Protein | 3,50 |
| Laktosa | 4,80 |
| Mineral | 0,65 |
Sumber: Tien R Muchtadi, 1992
1. Air
Air merupakan bahan yang sangat penting bagi kehidupan dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Air juga merupakan komponen penting dalam bahan makanan karena air dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, dan cita rasa makanan. Semua bahan makanan mengandung air dalam jumlah yang berbeda-beda, baik itu bahan makanan hewani maupun nabati. Air dalam susu berfungsi sebagai pelarut dan membentuk emulsi, suspensi koloidal. Komposisi air dalam susu sapi cukup tinggi yaitu rata-rata 87,25%, seperti terlihat pada tabel 1.
2. Lemak
Lemak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipida. Secara kimiawi lemak adalah trigliserida merupakan bagian terbesar dari kelompok lipida. Lemak terdapat pada hampir semua bahan dengan kandungan yang berbeda-beda. Flavor pada susu sangat ditentukan oleh lemak susu, lemak susu dalam bentuk butir-butir yang amat kecil disebut globula yang berada dalam fase dispersi. Masing-masing butir lemak dikelilingi oleh selaput protein yang sangat tipis atau serum susu yang terkumpul pada permukaan akibat adsorpsi inilah faktor yang menentukan atau membantu memelihara kestabilan emulsi lemak dalam susu. Ukuran dari globula lemak ditentukan oleh keturunan sapi.
Kelompok susu yang termasuk lemak volatil (mudah menguap) adalah asam butirat, kaproat, kaprilat, kaprat, laurat diantaranya yang mudah larut adalah asam butirat, kaprilat dan kaprat. Kelompok yang non volatil adalah miristat, polmitat, oleat dan stearat. Gliserida dari kelompok volatil jumlahnya 17 persen dari jumlah seluruh lemak susu. Lemak susu non volatil kira-kira 82,7 persen. Lemak susu tidak mempunyai titik lebur sejati, secara umum lemak akan mencair pada kisaran suhu 29-36˚C. tergantung keras dan lunaknya lemak yang ada. Titik cair dari lemak susu ditentukan oleh lemak lunak yaitu butirin, olein dan lemak keras yaitu miristin, palmitin, stearin.
Sifat lain dari lemak susu adalah tidak larut dalam air tetapi akan mengabsorpsi air sekitar 0,2 persen, larut dalam eter, karbon disulfide, nitrobenzene dan aseton. Lemak susu sedikit larut dalam amil alkohol panas dan gliserol panas, menyerap odor volatil dengan cepat. Komposisi asam lemak susu sapi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Komposisi Asam Lemak Yang Larut
| Asam Lemak | Rata-rata (%) |
| Butirat | 2,93 |
| Kaproat | 1,90 |
| Kaprilat | 0,79 |
| Kaprat | 1,57 |
Sumber: Tien R Muchtadi, 1992
Tabel 3. Komposisi Asam Lemak Yang Tidak Larut
| Asam Lemak | Rata-rata (%) |
| Laurat | 5,85 |
| Myristat | 19,79 |
| Palmitat | 15,17 |
| Stearat | 14,91 |
| Oleat | 31,90 |
Sumber: Tien R Muchtadi, 1992
3. Protein
Protein merupakan polimer dari sekitar 21 asam amino yang berlainan disambungkan dengan ikatan peptide, protein terdapat baik dalam produk hewan maupun dalam produk tumbuhan dalam jumlah yang berarti. Menurut strukturnya protein merupakan makromolekul dengan berbagai tingkat pengorganisasian struktur. Protein susu terdiri darincasein 80 persen, laktalbumin 18 persen dan laktoglobulin 0,05-0,07 persen. Casein merupakan suatu substansi yang berwarna putih kekuningan didapat dalam kombinasi dengan Ca sebagai calcium casein dalam bentuk partikel kecil bersifat gelatin dalam suspense. Casein dapat diendapkan dengan menggunakan asam-asam encer, rennin dan alcohol. Casein yang diendapkan dengan alcohol adalah ca-caseinat, dan yang diendapkan dengan rennin terbentuk para casein.
4. Laktosa
Laktosa merupakan disakarida yang bila dihidrolisa satu molekul yang sama dengan gula tebu atau sukrosa kemanisannya 1/6 kali kemanisan sukrosa. Derajat kekerasan tekstur suatu bahan makanan yang berasal dari susu ditentukan oleh besarnya kristal sukrosa. Susu segar rasanya agak amnis, flavor yang khas dari susu mempunyai hubungan dengan kandungan laktosa yang tinggi dan khlorida yang relative rendah. Laktosa yang rendah dan khlorida yang tinggi mungkin akan menyebabkan flavor garam mendekati akhir laktasi susu kering mempunyai rasa bergaram.
5. Mineral
Unsur mineral juga dikenal sebagai zat organik atau kadar abu. Mineral susu Mengandung potassium, kalsium, magnesium, klorida, fosfor, sulfur dalam jumlah yang relatif besar. Besi, tembaga, seng, alumunium, mangan, kobalt dan iodium terdapat dalam jumlah kecil. Silikon, boron, titanium, vanadium, rubidium, litium, stronsium terdapat dalam jumlah yang sangat kecil.
Unsur mineral membantu menaikkan suhu pada susu, sangat penting hubungannya dengan stabilitas susu terhadap panas. Fosfolipid utama yang terdapat pada susu adalah lechitin yaitu suatu substrat serupa lemak yang mengandung N dan P. Kolesterol pada susu sebanding dengan jumlah susu yang ada, susu mengandung 105-176 ppm kolesterol. Susu mengandung pigmen baik yang larut dalam lemak maupun yang larut dalam air. Enzim-enzim yang terdapat dalam susu adalah galaktosa, lipase, katalase, laktase, diastase, peroksidase dan pospatase.
Vitamin dalam susu adalah vitamin A, B1, B2 asam nikotinat, B6 asam pantotenat, vitamin C, D, E, dan K. makanan merupakan faktor yang mempengaruhi jumlah vitamin yang terdapat dalam susu. Susu mengandung gas sekitar 7-10 persen per volume gas, CO2 berasal dari ambing sapi, sedang nitrogen diperoleh susu selama pemerahan, sedang pada keadaan stabil jumlah gas berkurang. Substansi-substansi nonprotein nitrogenous adalah urea nitrogen, amino nitrogen, kreatinin, keratin, asam urik, adenin dan guanin, substansi ini sekitar 1,5-1,0 ppm.
D. Sifat-sifat Susu
Sifat fisik dan sifat kimiawi dari susu diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Susu adalah cairan berbentuk koloid agak kental berwarna putih sampai kuning.
2. Susu rasanya sedikit manis.
3. Susu baunya agak harum atau bau khas susu.
4. Susu terdiri atas dua lapisan yang dapat dipisahkan yaitu krim dan skim.
5. Berat jenis susu lebih besar daripada air (berat jenis susu 1,027-1,035 pada 15,5˚C).
6. Titik beku susu lebih rendah dari air yaitu -0,55ºC.
7. Titik didih susu lebih besar daripada air yaitu 100,17ºC.
E. Manfaat Susu
Dewasa ini, susu memiliki berbagai fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif susu membantu pertumbuhan, sedangkan untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak vitamin dan protein. Di beberapa bangsa, terutama bangsa Eropa, meminum susu telah menjadi kebiasaan yang lumrah dilakukan setiap sarapan. Susu tidak hanya dari sapi, tapi juga dari beberapa hewan mamalia lainnya,diantaranya: domba, kambing, kuda, keledai, unta. Air susu sangat bermanfaat baik bagi anak sapi ataupun anak manusia. Bagi anak sapi susu tersebut merupakan satu-satunya bahan makanan yang paling sempurna, sebab semua zat yang diperlukan pada awal pertumbuhannya sudah lengkap. Bagi manusia air susu ini merupakan salah satu bahan makanan yang sangat tinggi mutunya karena terdapat zat gizi dalam perbandingan yang optimal, sebab:
1. Protein susu mempunyai nilai tinggi akan asam amino esensialnya, dan
bisa menutup kekurangan asam-asam amino dari bahan lain.
2. Mudah dicerna, tak ada sisa yang terbuang dan lezat rasanya.
3. Kaya kalsium dan dan bahan-bahan yang lain, tetapi unsur Fe dan
vitamin A tidak begitu banyak.
F. Pengertian Susu Pasteurisasi
Susu pasteuriasai adalah susu segar yang telah mengalami pemanasan pada suhu di bawah 100°C. Standar pasteurisasi menggunakan suhu 62°C selama 3 menit, atau pada suhu 71°C selama 15 detik. Pemanasan tersebut bertujuan untuk mematikan bakteri – bakteri patogen, sehingga susu ini dalam jangka waktu tertentu aman untuk dikonsumsi atau diminum tanpa harus dipanaskan lagi. Ada 2 macam cara pasteurisasi yaitu :
1. Pasteurisasi lama (LTLT = Low Temperature Long Time) dengan suhu 62°C – 65° C selama 30 menit.
2. Pasteuriasai sekejap (HTST = HIGH Temperature Shoort Time) dengan suhu 85°C – 95°C selama 1-2 menit.
