| No | Unit Proses | Potensi Hazard | Tujuan | Petunjuk | SSOP |
| 1 | Penerimaan bahan baku | · Adanya benda asing : kerikil, batu, sampah dll · Kontaminasi tanah dan debu dan benda asing · Kontamiasi kapang atau jamur · Kontaminasi dari pekerja · Terjadinya dekomposisi | · Agar diperoleh bahan baku yang sesuai dengan persyaratan dan bebas dari bakteri pathogen | · Dilakukan sortasi bahan baku berdasarkan : tingkat kematangan, keseragaman warna, kesegaran | · Wadah atau peralatan harus dalam keadaan bersih (dilakukan pembersihan sebelum dan sesudah pemakaian) sesuai dengan persyaratan · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 2 | Pencucian, pemotongan tangkai, dan pembuangan biji | · Penggunaan air yang tidak memenuhi syarat seperti berbau, berasa, dan berwarna · Mikroba pathogen dari air, peralatan dan karyawan · Biji dan tangkai yang masih tertinggal · Kontaminasi hama atau ulat pada bahan · Residu pestisida | · Membersihkan cabai dari kotoran tanah, debu, pestisida, kotoran ulat, kapang/jamur, serta membuang biji dan tangkainya | · Dibersihkan dengan menggunakan air bersih mengalir · Biji dan tangkai dibuang dengan menggunakan alat pisau stainlest · Peralatan, ruangan dan pekerja dalam keadaan bersih | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan · Membuat SSOP pemantauan penyediaan air |
| 3 | Blansir pada suhu 100oC selama satu menit | · Penggunaan suhu melebihi syarat 100oC dan kelebihan waktu sehingga bahan menjadi Over cooking · Kontaminasi dari peralatan, lingkungan dan pekerja, seperti mikroba, fisik, dan residu bahan kimia seperti sanitizer pada peralatan | · Memperbaiki warna (kenampakan) · Mencegah terjadinya pelunakan bahan dan mengurangi volume bahan · Mengeluarkan gas-gas (udara) pada jaringan bahan · Mengurangi mikroorganisme pathogen · Menginaktifkan enzim penyebab browning | · Peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih · Pengukusan dilakukan setelah air mendidih 100oC dan tetap dipertahankan suhunya · Waktu yang digunakan yaitu 1 menit setelah bahan dimasukkan · Pengukusan dilakukan menggunakan penutup tandangnya · Setelah bahan dikukus segera diangkat dari tandang dan segera dilakukan penyemprotan menggunakan air es untuk mencegah pemanasan berlanjut | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 4 | Penggilingan hingga halus | · Kontaminasi fisik dari pekerja dan alat yang sudah rapuh. · Kontaminasi mikrobiologi dari alat dan lingkungan kerja dan karyawan, kontaminasi bahan kimia | · Menghaluskan bahan dan mempermudah proses homogenisasi | · Penggilingan dilakukan dengan menggunakan blender yang berkapasitas besar · Dipastikan seluruh bahan benar-benar halus | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 5 | Penambahan bumbu | · Kontaminasi mikroba dari bawang putih yang kurang bersih · Penggunaan bahan pengawet, penyedap, dan pewarna di luar batas penggunaan yang ditentukan · Penggunaan bahan tambahan pangan yang sudah kadaluarsa | · Agar diperoleh saos cabai yang disukai oleh konsumen dengan cita rasa yang enak, awet, kental | · Bawang putih yang akan digunakan dicuci terlebih dahulu · Lakukan pemeriksaan kadaluarsa bahan- bahan yang akan ditambahkan terlebuh dahulu · Penggunaan bahan tambahan pangan sesuai dengan yang dianjurkan | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 6 | Pencampuran dan pengadukan | · Bahan tidak tercampur rata · Kontaminasi mikroba dari pekerja, alat dan lingkungan pekerja | · Agat diperoleh bahan yang homogen | · Pastikan seluruh bahan tercampur dengan rata dengan menggunakan pengaduk | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 7 | Pemanasan | · Penggunaan suhu yang tidak sesuai (terlalu tinggi atau terlalu rendah) · Terjadinya over cooking sehingga bahan mengeras atau gosong | · Agar bahan menjadi matang sempurna, dan saos mengental sesuai dengan yang diinginkan | · Proses pemanasan dilakukan dengan suhu yang sesuai 80-100oC dan dilakukan penurunan suhu jika bahan hampir mengental atau matang · Selama proses pemanasan berlangsung dilakukan pula pengadukan agar mencegah bahan mengerak pada dasar wajan | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 8 | Pembotolan | · Kontaminasi mikroba dari lingkungan kerja, pekerja, alat (botol yang tidak steril) · Tutup botol yang tidak steril | · Untuk dilakukan pengemasan dengan menggunakan botol | · Saos yang akan dikemas masih dalam keadaan panas · Botol dan tutup botol dilakukan sterilisasi terlebih dahulu · Proses dilakukan secara cepat untuk mencegah kontaminasi silang | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan · Membuat SSOP sterilisasi pengemas botol |
| 9 | Exhausting | · Penggunaan suhu dan waktu yang tidak sesuai · Kontaminasi mikroba dari peralatan, pekerja dan lingkungan kerja. | · Untuk membunuh mikroba pathogen pada produk · Mengeluarkan sejumlah udara dalam bahan | · Menggunakan uap panas suhu 80-90oC dilakukan selama 30 menit | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 10 | Penutupan botol | · Kontaminasi mikroba pathogen dari lingkungan kerja, pekerja, alat (tutup botol yang tidak steril) | · Untuk menghindari kontaminasi pada produk | · Proses dilakukan dalam kondisi steril dan secara cepat | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
| 11 | Pelabelan | · Label tidak terekat sempurna | · Agar label menempel pada kemasan | · Botol yang sudah diberi label dilewatkan pada ruangan yang bersuhu 40oC untuk memastikan label terekat sempurna | · Membuat prosedur kerja proses sanitasi ruangan, alat dan hygiene karyawan |
Sabtu, 20 Maret 2010
IDENTIFIKASI SSOP PADA PENGOLAHAN SAUS CABAI
Kamis, 11 Maret 2010
Cara Mengawetkan Tahu Tanpa Formalin
Tahu
Tahu adalah salah satu pangan yang terbuat dari kacang kedelai, tahu menjadi salah satu makanan yang wajib sebagai lauk pauk unuk makan. Tahu disebut makanan yang merakyat karena tahu bias dinikmati oleh siapa saja tidak hanya orang kaya yang bias mengkonsumsinya, selain harganya terjangkau tahu juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh serta memiliki komposisi gizi yang lengkap. Pada tahu terdapat Phytoestrogen, yaitu senyawa kimia yang merupakan hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia. Kandungan protein tahu bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber nabati lainnya. Tidak hanya itu, tahu mengandung beberapa mineral seperti kalsium yang berguna untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi dan tulang, zat besi, fosfat, kalium, natrium, kholin, vitamin B, dan vitamin E. Tahu ampuh dalam mencegah anemia. Tiadak heran apabila tahu turut mempunyai andil besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebaagai pelarutnya. Setelah protein tersebut larut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak, sehingga cairan tahu yang sudah terpisah dari ampasnya.
Formalin
Formalin adalah nama dagang untuk larutan formaldehida 36 – 40%. Zat ini merupakan desinfektan yang sangat kuat, dapat membasmi berbagai macam bakteri pembusuk dan jamur, juga dapat mengeraskan jaringan tubuh. Benda yang diawetkan dengan formalin dapat tahan lama disimpan. Di bidang kedokteran dan biologi, larutan formalin 5 – 10 % digunakan sebagai pembunuh kuman dan bahan pengawet tubuh atau bagian-bagian tubuh, sehingga sekarang terkenal dengan sebutan bahan pengawet mayat. Pada kadar 0,5 % formalin digunakan untuk mencuci luka. Dengan maraknya penggunaan formalin sebagai pengawet tahu, maka dirasakan perlu untuk mencari alternatif lain yang aman untuk mengawetkan tahu. Cara mengawetkan tahu dengan cara yang aman, mudah dan murah perlu diketahui oleh masyarakat luas.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa formalin dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan mengancam nyawa. Walaupun penggunaan formalin ada dalam takaran yang sedikit tapi tetap saja berbahaya karena sebenarnya formalin tidak layak dikonsumsi atau dicampurkan sebagai Bahan Pengawet pada Pangan, seperti yang kita ketahui bahwa formalin sebenarnya digunakan untuk mengawetkan mayat. Berikut ini cara mengawetkan tahu tanpa formalin:
· Perendaman dalam larutan kalium sorbat.
Langkah pertama yaitu merebus air sampai mendidih lalu membuat larutan kalium sorbat 0.3% dengan air tersebut. Tahu dicuci dengan air matang dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. kemudian masukkan larutan kalium sorbat di atas sampai semua tahu terendam dan ditutup rapat menggunakan siller. Dengan cara ini tahu dapat disimpan pada suhu kamar dengan daya awet 7 – 8 hari
· Perendaman dalam larutan garam.
Sebelumnya terlebih dahulu membuat larutan garam 5% dengan menggunakan air matang kemudian tahu dicuci dan direbus selama 3 menit. Dalam kedaan panas masukkan tahu dalam larutan garam. Cara ini dapat mengawet tahu selama 5 hari.
· Perendaman dalam campuran larutan kunyit dan jeruk nipis.
Pertama-tama kunyit dicuci dan ditumbuk sampai halus, lalu dibuat larutan kunyit 3% menggunakan air matang, kemudian disaring. Tambahkan air jeruk nipis sehingga pH larutan menjadi 3.5 – 4. Tahu dicuci lalu direbus selama 3 menit dan direndam ke dalam larutan tadi sampai seluruh permukaannya terendam. Metode ini dapat mengawetkan tahu selama 3 hari. Perendaman dalam larutan air matang. Mula-mula tahu dicui dan ditiriskan. Kemudian direndam dalam air mendidih sampai betul-betul terendam. Lakukan penggantian air panas baru setiap 24 jam, dengan cara ini tahu tahan disimpan selama 5 hari.
· Perendaman dalam campuran sari jeruk lemon dan garam dapur.
Langkah awal yaitu membuat larutan sari jeruk lemon 10% dan menambahkan larutan garam dapur sebanyak 4%. Lalu rendam tahu ke dalam larutan tadi dalam wadah plastik. Metode ini dapat mengawetkan tahu selama 10 hari.
Tahu adalah salah satu pangan yang terbuat dari kacang kedelai, tahu menjadi salah satu makanan yang wajib sebagai lauk pauk unuk makan. Tahu disebut makanan yang merakyat karena tahu bias dinikmati oleh siapa saja tidak hanya orang kaya yang bias mengkonsumsinya, selain harganya terjangkau tahu juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh serta memiliki komposisi gizi yang lengkap. Pada tahu terdapat Phytoestrogen, yaitu senyawa kimia yang merupakan hormon tumbuhan (phyto artinya tumbuhan), yang memliki struktur kimia menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia. Kandungan protein tahu bahkan lebih tinggi dari beberapa sumber nabati lainnya. Tidak hanya itu, tahu mengandung beberapa mineral seperti kalsium yang berguna untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi dan tulang, zat besi, fosfat, kalium, natrium, kholin, vitamin B, dan vitamin E. Tahu ampuh dalam mencegah anemia. Tiadak heran apabila tahu turut mempunyai andil besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dasar pembuatan tahu adalah melarutkan protein yang terkandung dalam kedelai dengan menggunakan air sebaagai pelarutnya. Setelah protein tersebut larut, diusahakan untuk diendapkan kembali dengan penambahan bahan pengendap sampai terbentuk gumpalan-gumpalan protein yang akan menjadi tahu. Salah satu cara pembuatan tahu ialah dengan menyaring bubur kedelai sebelum dimasak, sehingga cairan tahu yang sudah terpisah dari ampasnya.
Formalin
Formalin adalah nama dagang untuk larutan formaldehida 36 – 40%. Zat ini merupakan desinfektan yang sangat kuat, dapat membasmi berbagai macam bakteri pembusuk dan jamur, juga dapat mengeraskan jaringan tubuh. Benda yang diawetkan dengan formalin dapat tahan lama disimpan. Di bidang kedokteran dan biologi, larutan formalin 5 – 10 % digunakan sebagai pembunuh kuman dan bahan pengawet tubuh atau bagian-bagian tubuh, sehingga sekarang terkenal dengan sebutan bahan pengawet mayat. Pada kadar 0,5 % formalin digunakan untuk mencuci luka. Dengan maraknya penggunaan formalin sebagai pengawet tahu, maka dirasakan perlu untuk mencari alternatif lain yang aman untuk mengawetkan tahu. Cara mengawetkan tahu dengan cara yang aman, mudah dan murah perlu diketahui oleh masyarakat luas.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa formalin dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan mengancam nyawa. Walaupun penggunaan formalin ada dalam takaran yang sedikit tapi tetap saja berbahaya karena sebenarnya formalin tidak layak dikonsumsi atau dicampurkan sebagai Bahan Pengawet pada Pangan, seperti yang kita ketahui bahwa formalin sebenarnya digunakan untuk mengawetkan mayat. Berikut ini cara mengawetkan tahu tanpa formalin:
· Perendaman dalam larutan kalium sorbat.
Langkah pertama yaitu merebus air sampai mendidih lalu membuat larutan kalium sorbat 0.3% dengan air tersebut. Tahu dicuci dengan air matang dan dimasukkan ke dalam kantong plastik. kemudian masukkan larutan kalium sorbat di atas sampai semua tahu terendam dan ditutup rapat menggunakan siller. Dengan cara ini tahu dapat disimpan pada suhu kamar dengan daya awet 7 – 8 hari
· Perendaman dalam larutan garam.
Sebelumnya terlebih dahulu membuat larutan garam 5% dengan menggunakan air matang kemudian tahu dicuci dan direbus selama 3 menit. Dalam kedaan panas masukkan tahu dalam larutan garam. Cara ini dapat mengawet tahu selama 5 hari.
· Perendaman dalam campuran larutan kunyit dan jeruk nipis.
Pertama-tama kunyit dicuci dan ditumbuk sampai halus, lalu dibuat larutan kunyit 3% menggunakan air matang, kemudian disaring. Tambahkan air jeruk nipis sehingga pH larutan menjadi 3.5 – 4. Tahu dicuci lalu direbus selama 3 menit dan direndam ke dalam larutan tadi sampai seluruh permukaannya terendam. Metode ini dapat mengawetkan tahu selama 3 hari. Perendaman dalam larutan air matang. Mula-mula tahu dicui dan ditiriskan. Kemudian direndam dalam air mendidih sampai betul-betul terendam. Lakukan penggantian air panas baru setiap 24 jam, dengan cara ini tahu tahan disimpan selama 5 hari.
· Perendaman dalam campuran sari jeruk lemon dan garam dapur.
Langkah awal yaitu membuat larutan sari jeruk lemon 10% dan menambahkan larutan garam dapur sebanyak 4%. Lalu rendam tahu ke dalam larutan tadi dalam wadah plastik. Metode ini dapat mengawetkan tahu selama 10 hari.
Rabu, 10 Maret 2010
Senin, 08 Maret 2010
Anda Menpunyai Masalah dengan Organ Kewanitaan?
Tidak sedikit perempuan mempunyai masalah dengan organ kewanitaan. Adanya masalah tersebut memang membuat aktivitas menjadi tidak nyaman, bahkan tidak jarang menjadi BT hanya gara-gara risih dengan masalah tersebut. Ada bahan ramuan yang berkhasiat menjaga kelancaran saluran cerna untuk mengatasi keputihan atau bias disebut infeksi. Menurut sumber dari salah satu tabloid ada ramuan tradisional khusus untuk menghilangka keputihan, lendir, bau yang berlebihan pada organ kewanitaan ini sangat sederhana dibuatnya yaitu:
· Rimpang kunci
· Daun sirih
· Kencur
· Biji pinang
· Kulit buah delima
· Daun sirih
Semua bahan tersebut digunakan secukupnya untuk 200 ml air. Semua bahan direbus sampai mendidih kurang lebih 10 menit kemudian dilakukan penyaringan dan dapat langsung diminum. Ramuan ini diminum secara teratur 2x seminggu, akan tetapi harus disertai dengan olahraga yang teratur minimal 30 menit setiap hari serta pola makan harus dijaga. Makanan yang harus dikonsumsi adalah makanan yang bergizi disertai buah dan sayur. Perlu kita ketahui Gizi memiliki peran yang sangat penting bagi perempuan,sejak masih berupa janin hingga usia lanjut. Siklus kehidupan perempuan dibagi dalam tahap yaitu:
1) masa kecil dan masa anak-anak
2) masaremaja
3) masa reproduksi
4)masa akhir kehidupan.
Apabila perempuan kekurangan gizi masing-maing tahapan tersebut akan mengalami kerentanan biologis,mudah mengalami gangguan kesehatan. Oleh sebab itu kesehatan harus selalu dijaga meskipun kita sebagai wanita mempunyai kesibukan dan aktivitas yang padat, kurangnya istirahat, setres dan asupan gizi yang salah adalah salah satu factor yang menjadi masalah dengan organ kewanitaan.
· Rimpang kunci
· Daun sirih
· Kencur
· Biji pinang
· Kulit buah delima
· Daun sirih
Semua bahan tersebut digunakan secukupnya untuk 200 ml air. Semua bahan direbus sampai mendidih kurang lebih 10 menit kemudian dilakukan penyaringan dan dapat langsung diminum. Ramuan ini diminum secara teratur 2x seminggu, akan tetapi harus disertai dengan olahraga yang teratur minimal 30 menit setiap hari serta pola makan harus dijaga. Makanan yang harus dikonsumsi adalah makanan yang bergizi disertai buah dan sayur. Perlu kita ketahui Gizi memiliki peran yang sangat penting bagi perempuan,sejak masih berupa janin hingga usia lanjut. Siklus kehidupan perempuan dibagi dalam tahap yaitu:
1) masa kecil dan masa anak-anak
2) masaremaja
3) masa reproduksi
4)masa akhir kehidupan.
Apabila perempuan kekurangan gizi masing-maing tahapan tersebut akan mengalami kerentanan biologis,mudah mengalami gangguan kesehatan. Oleh sebab itu kesehatan harus selalu dijaga meskipun kita sebagai wanita mempunyai kesibukan dan aktivitas yang padat, kurangnya istirahat, setres dan asupan gizi yang salah adalah salah satu factor yang menjadi masalah dengan organ kewanitaan.
Labu Kuning ( Cucurbita Moschata )
Sejarah Labu kuning
Labu kuning berasal dari Benua Amerika terutama di Negara Peru dan Meksiko. Banyak yang beranggapan bahwa Labu kuning ini berasal dari Indonesia, tapi hal tersebut tidak benar. Di Benua Amerika labu kuning menyebar ke setiap penjuru dunia, kini labu kuning banyak dijumpai di Negara-negara tropis seperti Filipina, Malaysia dan beberapa Negara tropis di Afrika seperti Karibia. Masyarakat Internasional mengenal Labu ini dengan sebutan Pumpkin atau Winter squash sedangkan di Indonesia sendiri sering disebut Waluh (Jawa). Tanaman labu kuning sudah dikenal dan dibudidayakan sejak bertahun-tahun sebelum masehi. Bahkan suku Bangsa Indian memanfaatkannya sebagai makanan utama.
Klasifikasi Labu kuning
Tanaman labu tumbuh merambat dengan daun yang besar dan berbulu. Ada lima spesies labu yang umum dikenal, yaitu Cucurbita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Kelima spesies cucurbita tersebut di Indonesia disebut labu kuning (waluh) karena mempunyai ciri-ciri yang hampir sama. Buah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur). Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari, tanaman labu berbentuk semak yang tumbuh merambat ke atas. Buahnya besar dan warnanya hijau (buah yang masih muda), sedangkan yang lebih tua berwarna kuning orange sampai kuning kecokelatan. Daging buah tebalnya sekitar 3 cm dan rasanya agak manis. Bobot buah rata-rata 3-5 kg bahkan sampai 15 kg. Untuk labu ukuran besar, beratnya ada yang dapat mencapai 20 kg per buah.
Kandungan Gizi Labu kuning
Labu Kuning atau dengan nama ilmiah Cucurbita Moschata biasanya digunakan sebagai topeng atau pajangan di salah satu sudut pesta hallowen.selain dikenal sebagai bahan pangan, labu kuning biasa dimanfaatkan sebagai pelengkap dekorasi misalnya digunakan untuk wadah penghidang sajian. Daun labu kuning berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita. Kandungan gizi labu kuning adalah kaya akan vitamin A, B1 dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal berbagai jenis kanker tapi sebaliknya labu ini sangat rendah akan kalori jadi untuk yang sedang melakukan diet tidak usah khawatir mengkonsumsinya. Dalam 100 gram labu kuning hanya mengandung 29 kalori saja sehingga cukup aman untuk dikonsumsi walaupun sudah dicampur dengan beberapa bhan penunjang seperti tepung terigu. Kandungan Gizi Tiap 100 gram Labu Kuning Segar:
1. Kalori (kal) : 29
2. Protein (g) : 1,1
3. Lemak (g) : 0,3
4. Karbohidrat (g) : 6,6
5. Kalsium (mg) : 45
6. Fosfor (mg) : 64
7. Besi (mg) : 1,4
8. Vitamin A (SI) : 180
9. Vitamin B1 (mg) : 0,08
10. Air (%) :9,1
11. Vitamin C (mg) : 52
12. BDD (bagian yang dapat dimakan(%)) : 77
Cara Memilih dan Menyimpan Labu Kuning
Perlu diperhatikan apabila kita akan membeli labu kuning yaitu yang sudah tua, semakin tua maka rasanya akan lebih manis terasa enak karena kandungan gulanya semakin meningkat. Ciri-ciri labu kuning yang sudah tua adalah kulitnya berwarna kecoklatan, keras dan tampak agak kering. Perlu diperhatikan bahwa kita jangan memilih labu yang cacat dan kulitnya bercak, terluka ataupun memar karena hal itu akan mengakibatkan proses pembusukan yang cepat sehingga akan mempengaruhi rasa labu tersebut. Labu kuning yang masih utuh bias disimpan dalam kondisu suhu ruangan, semakin lama disimpan di dalam suhu ruangan maka rasanaya akan semakin manis. Agar mutu warna dan gizi labu tidak berubah maka sebaiknya penyimpananya ditempat yang kering, gelap dan dengan sirkulasi udara yang baik karena intensitas cahaya bias berpengaruh buruk pada warna, rasa serta kandungan gizi labu kuning ini lain halnya dengan penyimpanan labu kuning yang sudah terbuka atau sudah dibelah, sebaiknya dibungkus menggunakan plastic yang kedap udara (cling wrap) dan disimpan dalam lemari es (penyimpanan tidak lebih dari hari untuk menghindari terjadinya pembusukan akibat suhu yang dingin)
Pengolahan Labu Kuning
Dengan ukuran yang besar tentunya pemanfaatan labu kuning tidak akan habis sekaligus, akan tetapi dapat diolah menjadi beberapa produk makanan. Memang pada umumnya labu kuning hanya diolah menjadi kolak dan dodol, akan tetapi dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi maka labu kuning dapat diolah dengan berbagai variasi. Selain untuk memperbaiki mutu, pengolahan pada labu kuning dilakukan untuk meningkatkan daya jual. Berikut ini beberapa macam hasil olahan dari laabu kuning:
· Bakpau labu kuning
· Cake labu kuning gula palem
· Cake labu kuning kukus
· Es labu kuning
· Kue mangkok labu kuning
· Nogasari labu kuning
· Puding labu kuning
· Taco labu kuning
· Talam isi labu kuning
· Tar labu kuning
· Roti tawar labu kuning
· Roti isi keju labu kuning
Labu kuning berasal dari Benua Amerika terutama di Negara Peru dan Meksiko. Banyak yang beranggapan bahwa Labu kuning ini berasal dari Indonesia, tapi hal tersebut tidak benar. Di Benua Amerika labu kuning menyebar ke setiap penjuru dunia, kini labu kuning banyak dijumpai di Negara-negara tropis seperti Filipina, Malaysia dan beberapa Negara tropis di Afrika seperti Karibia. Masyarakat Internasional mengenal Labu ini dengan sebutan Pumpkin atau Winter squash sedangkan di Indonesia sendiri sering disebut Waluh (Jawa). Tanaman labu kuning sudah dikenal dan dibudidayakan sejak bertahun-tahun sebelum masehi. Bahkan suku Bangsa Indian memanfaatkannya sebagai makanan utama.
Klasifikasi Labu kuning
Tanaman labu tumbuh merambat dengan daun yang besar dan berbulu. Ada lima spesies labu yang umum dikenal, yaitu Cucurbita maxima Duchenes, Cucurbita ficifolia Bouche, Cucurbita mixta, Cucurbita moschata Duchenes, dan Cucurbita pipo L. Kelima spesies cucurbita tersebut di Indonesia disebut labu kuning (waluh) karena mempunyai ciri-ciri yang hampir sama. Buah labu kuning berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur). Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari, tanaman labu berbentuk semak yang tumbuh merambat ke atas. Buahnya besar dan warnanya hijau (buah yang masih muda), sedangkan yang lebih tua berwarna kuning orange sampai kuning kecokelatan. Daging buah tebalnya sekitar 3 cm dan rasanya agak manis. Bobot buah rata-rata 3-5 kg bahkan sampai 15 kg. Untuk labu ukuran besar, beratnya ada yang dapat mencapai 20 kg per buah.
Kandungan Gizi Labu kuning
Labu Kuning atau dengan nama ilmiah Cucurbita Moschata biasanya digunakan sebagai topeng atau pajangan di salah satu sudut pesta hallowen.selain dikenal sebagai bahan pangan, labu kuning biasa dimanfaatkan sebagai pelengkap dekorasi misalnya digunakan untuk wadah penghidang sajian. Daun labu kuning berfungsi sebagai sayur dan bijinya bermanfaat untuk dijadikan kuaci. Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa, sementara bijinya menjadi obat cacing pita. Kandungan gizi labu kuning adalah kaya akan vitamin A, B1 dan C, mineral, serta karbohidrat. Daging buahnya pun mengandung antiokisidan sebagai penangkal berbagai jenis kanker tapi sebaliknya labu ini sangat rendah akan kalori jadi untuk yang sedang melakukan diet tidak usah khawatir mengkonsumsinya. Dalam 100 gram labu kuning hanya mengandung 29 kalori saja sehingga cukup aman untuk dikonsumsi walaupun sudah dicampur dengan beberapa bhan penunjang seperti tepung terigu. Kandungan Gizi Tiap 100 gram Labu Kuning Segar:
1. Kalori (kal) : 29
2. Protein (g) : 1,1
3. Lemak (g) : 0,3
4. Karbohidrat (g) : 6,6
5. Kalsium (mg) : 45
6. Fosfor (mg) : 64
7. Besi (mg) : 1,4
8. Vitamin A (SI) : 180
9. Vitamin B1 (mg) : 0,08
10. Air (%) :9,1
11. Vitamin C (mg) : 52
12. BDD (bagian yang dapat dimakan(%)) : 77
Cara Memilih dan Menyimpan Labu Kuning
Perlu diperhatikan apabila kita akan membeli labu kuning yaitu yang sudah tua, semakin tua maka rasanya akan lebih manis terasa enak karena kandungan gulanya semakin meningkat. Ciri-ciri labu kuning yang sudah tua adalah kulitnya berwarna kecoklatan, keras dan tampak agak kering. Perlu diperhatikan bahwa kita jangan memilih labu yang cacat dan kulitnya bercak, terluka ataupun memar karena hal itu akan mengakibatkan proses pembusukan yang cepat sehingga akan mempengaruhi rasa labu tersebut. Labu kuning yang masih utuh bias disimpan dalam kondisu suhu ruangan, semakin lama disimpan di dalam suhu ruangan maka rasanaya akan semakin manis. Agar mutu warna dan gizi labu tidak berubah maka sebaiknya penyimpananya ditempat yang kering, gelap dan dengan sirkulasi udara yang baik karena intensitas cahaya bias berpengaruh buruk pada warna, rasa serta kandungan gizi labu kuning ini lain halnya dengan penyimpanan labu kuning yang sudah terbuka atau sudah dibelah, sebaiknya dibungkus menggunakan plastic yang kedap udara (cling wrap) dan disimpan dalam lemari es (penyimpanan tidak lebih dari hari untuk menghindari terjadinya pembusukan akibat suhu yang dingin)
Pengolahan Labu Kuning
Dengan ukuran yang besar tentunya pemanfaatan labu kuning tidak akan habis sekaligus, akan tetapi dapat diolah menjadi beberapa produk makanan. Memang pada umumnya labu kuning hanya diolah menjadi kolak dan dodol, akan tetapi dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi maka labu kuning dapat diolah dengan berbagai variasi. Selain untuk memperbaiki mutu, pengolahan pada labu kuning dilakukan untuk meningkatkan daya jual. Berikut ini beberapa macam hasil olahan dari laabu kuning:
· Bakpau labu kuning
· Cake labu kuning gula palem
· Cake labu kuning kukus
· Es labu kuning
· Kue mangkok labu kuning
· Nogasari labu kuning
· Puding labu kuning
· Taco labu kuning
· Talam isi labu kuning
· Tar labu kuning
· Roti tawar labu kuning
· Roti isi keju labu kuning
Minggu, 07 Maret 2010
HACCP (Hazard Analisis Critical Contol Point)
Tujuan HACCP
1. Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan (“Food born disease”).
2. Khusus
• Mengevaluasi cara produksi makanan
• Memperbaiki cara produksi makanan
• Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi
• Meningkatkan inspeksi mandiri
Manfaaat HACCP
• Mencegah penarikan makanan
• Meningkatkan jaminan Food Safety
• Pembenahan & “pembersihan” unit pengolahan (produksi)
• Mencegah kehilangan konsumen
• Meningkatkan kepercayaan konsumen
• Mencegah pemborosan biaya
Prinsip HACCP
Dalam aplikasinya HACCP mengacu pada beberapa prinsip utama, yaitu :
· Mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan produksi pangan pada semua tahapan, mulai dari usaha tani, penanganan, pengolahan dipabrik dan distribusi sampai kepada titik produk panga dikonsumsi. Penilaian kemungkinan terjadinya bahaya dan menentukan tindakan pencegahan untuk pengendaliannya.
· Menentukan titik atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan bahaya atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya tersebut (CCP:critical control point). CCP berarti setiap tahapan di dalam produksi pangan dan atau pabrik yang meliputi sejak diterimanya bahan bakunya dan atau diproduksi, panen, diangkut, formulasi, diolah, disimpan dan lain sebagainya.
· Menetapkan batas kritis yang harus dicapai untuk menjamin bahwa CCP berada dalam kendali.
· Menetapkan sistem pemantauan pengendalian (monitoring) dari CCP dengan cara pengujian dan pengamatan.
· Menetapkan tindakan perbaikan yang dilaksanakan jika hasil pemantauan menunjukkan bahwa CCP tertentu tidak terkendali.
· Menetapkan prosedur ferivikasi yang mencakup dari pengujian tambahan dan prosedur penyesuaian yang menyatakan bahwa sistem HACCP berjalan efektif.
· Mengembangkan dokumentasi mengenai semua prosedur dan pencatatan yang tepat untuk prinsip-prinsip ini dan penerapannya.
Kelemahan-kelemahan HACCP
Dari perkembangannya HACCP terus di “up date” untuk memeperbaiki kekurangan-kekurangannya, dari alasan pengembangan tersebut terdapat beberapa kelemahan yang mungkin timbul pada penerapannya yaitu:
· Jika HACCP tidak diterapkan secara benar maka tidak akan menghasilkan sistem jaminan keamanan yang efektif disuatu industri.
· Bila hanya dilaksanakan oleh satu orang atau kelompok kecil industry tanpa /sedikit input dari seluruh devisi dalam industri.
· Linkungan HACCP dianggap terlalu sempit, yaitu yang hanya terfokus pada keamanan pangan, dan hanya juga untuk pangan.
1. Umum
Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara mencegah atau mengurangi kasus keracunan dan penyakit melalui makanan (“Food born disease”).
2. Khusus
• Mengevaluasi cara produksi makanan
• Memperbaiki cara produksi makanan
• Memantau & mengevaluasi penanganan, pengolahan, sanitasi
• Meningkatkan inspeksi mandiri
Manfaaat HACCP
• Mencegah penarikan makanan
• Meningkatkan jaminan Food Safety
• Pembenahan & “pembersihan” unit pengolahan (produksi)
• Mencegah kehilangan konsumen
• Meningkatkan kepercayaan konsumen
• Mencegah pemborosan biaya
Prinsip HACCP
Dalam aplikasinya HACCP mengacu pada beberapa prinsip utama, yaitu :
· Mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan produksi pangan pada semua tahapan, mulai dari usaha tani, penanganan, pengolahan dipabrik dan distribusi sampai kepada titik produk panga dikonsumsi. Penilaian kemungkinan terjadinya bahaya dan menentukan tindakan pencegahan untuk pengendaliannya.
· Menentukan titik atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan bahaya atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya tersebut (CCP:critical control point). CCP berarti setiap tahapan di dalam produksi pangan dan atau pabrik yang meliputi sejak diterimanya bahan bakunya dan atau diproduksi, panen, diangkut, formulasi, diolah, disimpan dan lain sebagainya.
· Menetapkan batas kritis yang harus dicapai untuk menjamin bahwa CCP berada dalam kendali.
· Menetapkan sistem pemantauan pengendalian (monitoring) dari CCP dengan cara pengujian dan pengamatan.
· Menetapkan tindakan perbaikan yang dilaksanakan jika hasil pemantauan menunjukkan bahwa CCP tertentu tidak terkendali.
· Menetapkan prosedur ferivikasi yang mencakup dari pengujian tambahan dan prosedur penyesuaian yang menyatakan bahwa sistem HACCP berjalan efektif.
· Mengembangkan dokumentasi mengenai semua prosedur dan pencatatan yang tepat untuk prinsip-prinsip ini dan penerapannya.
Kelemahan-kelemahan HACCP
Dari perkembangannya HACCP terus di “up date” untuk memeperbaiki kekurangan-kekurangannya, dari alasan pengembangan tersebut terdapat beberapa kelemahan yang mungkin timbul pada penerapannya yaitu:
· Jika HACCP tidak diterapkan secara benar maka tidak akan menghasilkan sistem jaminan keamanan yang efektif disuatu industri.
· Bila hanya dilaksanakan oleh satu orang atau kelompok kecil industry tanpa /sedikit input dari seluruh devisi dalam industri.
· Linkungan HACCP dianggap terlalu sempit, yaitu yang hanya terfokus pada keamanan pangan, dan hanya juga untuk pangan.
Kesuburan kandungan Perempuan berpengaruh dengan kehamilan
Sudah menjadi hakekatnya seorang perempuan mengandung serta melahirkan. Berbeda dengan laki-laki yang tidak dapat mengalami hal seperti itu jelas terlihat dan sama-sama kita ketahui. Perbedaan diantara laki-laki dan perempuan sangatlah terlihat jelas dan sudah kita ketahui semua. Perempuan mempunyai rahim atau kandungan sedangkan laki-laki tidak. Setiap perempuan sebagai seorang calon ibu sangatlah mendambakan kelahiran sang buah hati yang selalu member kebahagiaan setiap hari dengan tawa dan tangisnya.
Kandungan yang subur adalah berasal dari keseluruhan sel pada tubuh yang sehat. Kesuburan akan dating dengan sendirinya apabila seluruh system tubuh telah siap untuk menerima proses kehamilan.
Selain daripada itu agar terjadi proses kehamilan bukan hanya sekedar menyuburkan alat-alat kandungan saja akan tetapi mempersiapkan kualitas sel telur dan sel sperma. Sehingga informasi genetika yang bersatu dalam bentuk susunan genetika anak tidak membawa kecacatan. Menurut mitos yang beredar bahwa kesuburan kandungan berpengaruh terhadap kehamilan, oleh sebab itu janin yang akan tumbuh pada rahim seorang perempuan harus ada dalam keadaan sehat
Kandungan yang subur adalah berasal dari keseluruhan sel pada tubuh yang sehat. Kesuburan akan dating dengan sendirinya apabila seluruh system tubuh telah siap untuk menerima proses kehamilan.
Selain daripada itu agar terjadi proses kehamilan bukan hanya sekedar menyuburkan alat-alat kandungan saja akan tetapi mempersiapkan kualitas sel telur dan sel sperma. Sehingga informasi genetika yang bersatu dalam bentuk susunan genetika anak tidak membawa kecacatan. Menurut mitos yang beredar bahwa kesuburan kandungan berpengaruh terhadap kehamilan, oleh sebab itu janin yang akan tumbuh pada rahim seorang perempuan harus ada dalam keadaan sehat
Langganan:
Postingan (Atom)








