Kamis, 04 Maret 2010

Peranan Gizi

Gizi berasal dari bahasa Arab “Ghidza” yang berarti makanan Gizi adalah bahan makanan yang berhubungan dengan kesehatan tubuh Zat Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan fungsinya yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan, atau merupakan senyawa yang terdapat pada suatu bahan makanan yang sangat di perlukan oleh tubuh.


Gizi Seimbang adalah susunan hidangan sehari yang mengandung zat gizi dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk dapat hidup sehat secara optimal. Zat-zat gizi yang dibutuhkan untuk hidup sehat adalah: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Didalam tubuh, zat-zat gizi tersebut berfungsi sebagi sumber energi atau tenaga (terutama karbohidrat dan lemak), sumber zat pembangun (protein), terutama untuk tetap tumbuh dan berkembang serta untuk mengganti sel-sel yang rusak, sumber zat pengatur (vitamin dan mineral)


Makanan yang dikonsumsi sehari-hari harus mengandung semua zat gizi tersebut. Makanan sumber energi terutama adalah: nasi, jagung, sagu, ubi, roti, dan hasil olahannya.
Makanan sumber zat pembangun misalnya: ikan, telur, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Makanan sumber zat pengatur terutama sayur-sayuran dan buah-buahan.


Tubuh memerlukan zat-zat dari makanan untuk :
•pemeliharaan tubuh;
•perbaikan kerusakan-kerusakan dari sel dan
jaringan;
•Pertumbuhan.
yang banyak sedikitnya keperluan ini sangat tergantung kepada usia, jenis kelamin, lingkungan dan beban yang diderita oleh seseorang




Kalau anda kurus, makanlah secara teratur dengan gizi seimbang dan lebih banyak dari biasanya.
Kalau anda gemuk, makanlah secara teratur dengan gizi seimbang dan jumlahnya kurang dari biasanya.
Jika anda terlalu kurus atau kegemukan, konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi untuk mengatur gizi seimbang


Biodesel

Definisi Biodoesel
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono--alkyl ester dari rantai panjang asam lemak, yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. definisi lain yaitu Biodiesel merupakan senyawa kimia sederhana dengan kandungan enam sampai tujuh macam ester asam lemak. Biodiesel didefinisikan sebagai metil ester dengan panjang rantai karbon antara 12 sampai 20 dari asam lemak turunan dari lipid contohnya minyak nabati atau lemak hewani.
Proses pembuatan Biodiesel
Biodiesel dibuat melalui suatu proses kimia yang disebut transesterifikasi. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu metil esters (biodiesel)/mono-alkyl esters dan gliserin yang merupakan produk samping. Bahan baku utama untuk pembuatan biodiesel antara lain minyak nabati, lemak hewani, lemak bekas/lemak daur ulang. Sedangkan sebagai bahan baku penunjang yaitu alkohol. Pada pembuatan biodiesel dibutuhkan katalis untuk proses esterifikasi. Produk biodiesel tergantung pada minyak nabati yang digunakan sebagai bahan baku serta pengolahan pendahuluan dari bahan baku tersebut.

Alkohol yang digunakan sebagai pereaksi untuk minyak nabati adalah methanol, namun dapat pula digunakan ethanol, isopropanol atau butyl, tetapi perlu diperhatikan juga kandungan air dalam alcohol tersebut. Bila kandungan air tinggi akan mempengaruhi hasil biodiesel kualitasnya rendah, karena kandungan sabun, ALB dan trigiserida tinggi. Disamping itu hasil biodiesel juga dipengaruhi oleh tingginya suhu operasi proses produksi, lamanya waktu pencampuran atau kecepatan pencampuran alkohol.

Katalisator dibutuhkan pula guna meningkatkan daya larut pada saat reaksi berlangsung, umumnya katalis yang digunakan bersifat basa kuat yaitu NaOH atau KOH atau natrium metoksida. Katalis yang akan dipilih tergantung minyak nabati yang digunakan,apabila digunakan minyak mentah dengan kandungan ALB kurang dari 2 %, disamping terbentuk sabun dan juga gliserin. Katalis tersebut pada umumnya sangat higroskopis dan bereaksi membentuk larutan kimia yang akan dihancurkan oleh reaktan alkohol. Jika banyak air yang diserap oleh katalis maka kerja katalis kurang baik sehingga produk biodiesel kurang baik. Setelah reaksi selesai, katalis harus di netralkan dengan penambahan asam mineral kuat. Setelah biodiesel dicuci proses netralisasi juga dapat dilakukan dengan penambahan air pencuci, HCl juga dapat dipakai untuk 318 proses netralisasi katalis basa, bila digunakan asam phosphate akan menghasil pupuk phosphat (K3PO4)
Manfaat menggunakan biodiesel antara lain
-Dapat mengurangi emisi/pancaran gas yang menyebabkan pemanasan global
-Dapat mengurangi emisi udara beracun dari knalpot, bersifat biodegradable, cocok untuk lingkungan sensitif dan mudah digunakan (Tyson, 2004)
-Karena biodiesel mempunyai efek pelumasan, penggunaaan biodiesel akan menurunkan biaya pemeliharaan (penggantian filter oli, penggantian filter bahan bakar, penggantian jumlah filter udara) dan peningkatan kualitas udara emisi cerobong dilihat dari ammonia, free chlorine, NO2 dan Hidrolic acid (Tribudiman, 2005)
-Meningkatkan kualitas emisi udara dilihat dari parameter CO, NOx, SOx, CO2 yang lebih rendah dari minyak petrodiesel. (Nakazono, 2001)
Biodiesel penggunaannya adalah untuk menggantikan solar. Biodiesel memiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan bentuk energi lain. Lebih mudah ditransportasikan; memiliki kerapatan energi per volume yang lebih tinggi; memiliki karakter pembakaran yang relatif bersih dan ramah lingkungan.

Tanaman yang minyaknya dapat digunakan sebagai biodiesel adalah tanaman jarak pagar, kelapa sawit, CPO atau crude palm oil, minyak sawit, kelapa, tanaman kapok, dan lain-lain.

ANALISIS RISIKO BAHAYA BENZA PYREN DAN BENZA ANTRACEN PADA PRODUK LIDAH ASAP

Lidah asap adalah irisan daging lidah sapi yang diawetkan dengan panas dan asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu keras yang banyak menghasilkan asap dan lambat terbakar. Asap mengandung senyawa fenol dan formal dehida, masing-masing bersifat bakterisida (membunuh bakteri). Kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat fungisida (membunuh kapang). Kedua senyawa membentuk lapisan mengkilat pada permukaan daging. Panas pembakaran juga membunuh mikroba, dan menurunkan kadar air daging. Pada kadar air rendah daging lebih sulit dirusak oleh mikroba. Asap juga mengandung uap air, asam formiat, asam asetat, keton alkohol dan karbon dioksida. Rasa dan aroma khas produk pengasapan terutama disebabkan oleh senyawa fenol (quaiacol, 4-mettyl-quaiacol, 2,6-dimetoksi fenol) dan senyawa karbonil.

Ada dua cara pengasapan yaitu cara tradisional dan cara dingin. Pada cara tradisional, asap dihasilkan dari pembakaran kayu atau biomassa lainnya (misalnya sabuk kelapa serbuk akasia, dan serbuk mangga). Pada cara basah, bahan direndam di dalam asap yang sudah di cairkan. Setelah senyawa asap menempel pada lidah sapi, kemudian lidah sapi dikeringkan. Walaupun mutunya kurang bagus dibanding pengasapan dingin, Pengasapan tradisional paling mudah diterapkan oleh industri kecil. Asap cair yang diperlukan untuk pengasapan dingin sulit ditemukan dipasaran. Karena itu teknologi yang diuraikan lebih ditekankan pada pengasapan tradisional. Metode pengasapan secara tradisional akan dijelaskan pada pembahasan pengolahan lidah asap ini.

Peralatan yang digunakan dalam pengolahan lidah asap diantaranya yaitu: lemari asap, penggantung lidah sapi, pisau dan talenan. Adapun bahan-bahan yang digunakan adalah lidah sapi, kayu keras dan garam nirtit dan nitrat halus.

DAFTAR ANALISIS BAHAYA PADA PROSES PEMBUATAN LIDAH ASAP

1. Penyiapan bahan baku
. Cemaran fisik: bulu sapi yang menempel, darah sapi, kerikil
· Cemaran mikrobiologi: mikroba pathogen dari peralatan dan lingkungan
· Cemaran kimia: bahan sanitizer

2. Pencucian
· Cemaran fisik: benda asing dari pekerja (rambut)
· Cemaran mikrobiologi: air yang tidak bersih
· Cemaran kimia: kontaminasi bahan sanitizer (bahan pencuci)

3. Penambahan Garam Nitrit dan Nitrat
· Cemaran kimia: mengandung bahan kimia lain

4. Pengirisan
· Cemaran fisik: benda asing dari pekerja
· Cemaran mikrobiologi: mikroba pathogen dari peralatan dan lingkungan
· Cemaran kimia: kontaminasi bahan sanitizer dari peralatan dan lingkungan

5. Penyiapan lemari asap
· Cemaran fisik: debu

6. Pengasapan
· Cemaran fisik: bara api

7. Pengemasan
· Cemaran fisik: benda asing yang berasal dari pekerja, lingkungan dan peralatan
· Cemaran mikrobiologi: pekerja, peralatan dan lingkungan yang tidak higiene
· Cemaran kimia: cemaran yang berasal dari kemasan akibat reaksi produk yang masih dalam keadaan panas
Benzo(a)piren,atau benza piren C20H12 dan dibenza antracen adalah hidrokarbon aromatik polisiklik lima cincin yang memiliki sifat mutagenik dan sangat karsinogenik. Benzo(a)piren merupakan produk proses pembakaran yang tidak sempurna pada suhu 300-600°C. Benzo(a)piren merupakan prokarsinogen, yang berarti bahwa mekanisme karsinogenesis dari benzo(a)piren tergantung dari metabolism enzimatik benzo(a)piren menjadi senyawa mutagen, yaitu benzo(a)piren diol eposida.

Pembentukan benza piren dan di benza antracen, terjadi karena kesalahan hasil pembakaran yang tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung karbon seperti kayu. Proses pembakaran yang tidak sempurna tersebut dipengaruhi oleh jenis kayu yang, teknik pembakaran, serta banyaknya kayu yang digunakan. Pembentukkan senyawa tersebut dapat terjadi pada pengasapan daging, lidah, ikan dan sosis asap.

Adanya senyawa tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena bersifat karsinogenik atau menyebabkan gangungan kesehatan yaitu mengebabkan sel kanker terutama pada produk lidah sapi asap yang mengandung 1,4 – 4,5 Ppb atau 1400 – 4500 Ppm. Keracunan benza piren dan dibenza antracen dihubungkan dengan pengkonsumsian ikan dan daging asap yang dalam jangka panjang akan menyebabkan pembentukan sel –sel kanker.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara senyawa ini dengan munculnya kanker. Penelitian Saunders et al, (2006), dan penelitian Slotkin dan Seidler, (2009) menunjukkan bahwa benzo (a) piren menjadi penyebab terjadinya toksisitas saraf akut melalui proses stres oksidatif dan terjadinya diferensiasi pembelahan sel saraf (6,9). Desissenko et al, (1996) menunjukkan bahwa secara molekuler komponen asap tembakau yaitu benzo(a)piren menjadi penyebab munculnya kanker paru-paru melalui kerusakan genetik (DNA) sel paru-paru. Senyawal ini akan berinteraksi dengan DNA dengan berikatan secara kovalen pada nukleofilik basa nukleat Guanin di posisi atom N2 posisi. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya distorsi ikatan DNA yang akan mempengaruhi mutasi dengan pada struktur dobel helik DNA (3,8,11,12).

a. Pembentukan Racun Benzapyren dan Dibenza Antracen
Senyawa hidrokarbon polisiklis aromatis (HPA) dapat terbentuk pada proses pirolisis kayu. Teknik ini sekaligus memungkinkan dilakukannya proses kontinyu dalam produksi lidah asap. Temperatur optimum reaksi ini adalah 40oC. Selain itu juga dapat digunakan katalis padat (solid catalyst) dari gula dengan cara melakukan pirolisis terhadap senyawa gula (D-glucose dan sucrose) pada temperatur di atas 300oC. Proses ini menyebabkan karbonisasi tak sempurna terhadap senyawa gula dan terbentuknya lembar-lembar karbon aromatik polisiklis (polycyclic aromatic carbon sheets). Asam sulfat (sulphuric acid) kemudian digunakan untuk mensulfonasi cincin aromatik tersebut sehingga menghasilkan katalis.

b. Pengontrolan Terhadap Pembentukan Racun Benza Pyren Dan Benza Antracen
Pengontrolan terhadap pembentukkan racun benza pyren dan benza antracen ini dapat dilakukan dengan cara pencegahan dan pengontrolan terhadap factor-faktor yang dapat mempengaruhi pada proses pembakaran yang tidak sempurna.

Tindakan pencegahan terbentuknya racun benza pyren dan benza antracen pada proses pengolahan lidah sapi asap dapat dilakukan sebagai berikut: Sebelum dilakukan pengasapan, terlebih dahulu lidah dilumuri garam nitrit dan nitrat, bahan ini berfungsi sebagai pencegah tumbuhnya mikroba pathogen dan mempertahankan warna sekaligus sebagai bumbu. Ini akan membuat daging lebih lembut sehingga mengurangi waktu pengasapan.
Adapun tindakan pengontrolan terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pada proses pembakaran yang tidak sempurna yaitu dengan cara sebagai berikut :

1. Pengaturan suhu pirolisis dan waktu
2. Pemilihan jenis dan kondisi kayu bakar
3. Jarak antara rak bahan dengan sumber asap
4. Pengaturan jumlah kayu
5. Penggunaan api yang tidak terlalu besar
6. Kelembaban udara pada proses pengasapan
7. Kandungan udara pada kayu

c. Pendeteksian racun benzapyren dan benza antracen
· Test secara kualitatif : dapat dilakukan dengan cara HPLC yaitu dengan mengacu pada standar peak.
· Tes secara kuantitatif (kimia) merupakan cara yang paling efektif untuk mengetahui kadar / adanya senyawa benzapiren dan benca atracen dapat dilakukan dengan metode uji PAHs baik menggunakan Gas Chromatography (GC) maupun High performance Liquid Chromatography (HPLC). PAHs diisolasi dengan menggunakan silika cartridge, individual PAH dipisahkan dan ditentukan dengan reverse phase HPLC menggunakan detektor fluorescence. Saat ini Balai Besar Industri Agro juga sedang melaksanakan penelitian dan pengembangan implementasi metode uji PAHs dengan menggunakan teknik HPLC pada produk minyak, margarin dan asap cair.

PENENTUAN SIGNIFIKASI BAHAYA (PENETAPAN KATAGORI RESIKO)/ MENENTUKAN JIKA BAHAYA POTENSIAL ITU PENTING.
Kriteria penentuan apakah bahaya pembentukan senyawa benzapiren dan benza antracen penting atau tidak
1. Pada tingkat tidak aman senyawa benzapiren dan benza antracen mungkin dapat terjadi pada proses pengolahan terutama dengan menggunakan proses pembakaran dan pengasapan dengan bahan bakar yang mengandung karbon seperti kayu, batu bara dan lain-lain, sedangkan pada tahap bahan mentah dan pengemasan tidak memungkinkan.

2. Pada tingkat aman senyawa benzapiren dan benza antracen kemungkinan dapat terjadi pada saat pemrosesan dalam tahapan proses produksi terutama yang melibatkan proses pembakaran.

3. Pada setiap tahapan proses pengolahan makanan asap pembentukkan senyawa benzapiren dan benza antracen akan tetap ada meskipun telah dilakukan pencegahan dengan melakukan proses pengontrolan pula terhadap faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada proses pembakaran kayu yang tidak sempurna. Hal tersebut hanya dapat mengurangi racun benzapiren dan benza antracen saja, tidak dapat menghilangkan sepenuhnya.



Pengawasan Mutu Pangan

RUANG LINGKUP PENGAWASAN MUTU PANGAN
Pengawasan mutu merupakan program atau kegiatan yang tidak dapat terpisahkan dengan dunia industri, yaitu dunia usaha yang meliputi proses produksi, pengolahan dan pemasaran produk. Industri mempunyai hubungan yang erat sekali dengan pengawasan mutu karena hanya produk hasil industri yang bermutu yang dapat memenuhi kebutuhan pasar, yaitu masyarakat konsumen. Seperti halnya proses produksi, pengawasan mutu sangat berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Makin modern tingkat industri, makin kompleks ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk menangani mutunya. Demikian pula, semakin maju tingkat kesejahteraan masyarakat, makin besar dan makin kompleks kebutuhan masyarakat terhadap beraneka ragam jenis produk pangan. Oleh karena itu, sistem pengawasan mutu pangan yang kuat dan dinamis diperlukan untuk membina produksi dan perdagangan produk pangan.

Pengawasan mutu mencakup pengertian yang luas, meliputi aspek kebijaksanaan, standardisasi, pengendalian, jaminan mutu, pembinaan mutu dan perundang-undangan (Soekarto, 1990). Hubeis (1997) menyatakan bahwa pengendalian mutu pangan ditujukan untuk mengurangi kerusakan atau cacat pada hasil produksi berdasarkan penyebab kerusakan tersebut. Hal ini dilakukan melalui perbaikan proses produksi (menyusun batas dan derajat toleransi) yang dimulai dari tahap pengembangan, perencanaan, produksi, pemasaran dan pelayanan hasil produksi dan jasa pada tingkat biaya yang efektif dan optimum untuk memuaskan konsumen (persyaratan mutu) dengan menerapkan standardisasi perusahaan /industri yang baku. Tiga kegiatan yang dilakukan dalam pengendalian mutu yaitu, penetapan standar (pengkelasan), penilaian kesesuaian dengan standar (inspeksi dan pengendalian), serta melakukan tindak koreksi (prosedur uji).

Masalah jaminan mutu merupakan kunci penting dalam keberhasilan usaha. Menurut Hubeis (1997), jaminan mutu merupakan sikap pencegahan terhadap terjadinya kesalahan dengan bertindak tepat sedini mungkin oleh setiap orang yang berada di dalam maupun di luar bidang produksi. Jaminan mutu didasarkan pada aspek tangibles (hal-hal yang dapat dirasakan dan diukur), reliability (keandalan), responsiveness (tanggap), assurancy (rasa aman dan percaya diri) dan empathy (keramahtamahan). Dalam konteks pangan, jaminan mutu merupakan suatu program menyeluruh yang meliputi semua aspek mengenai produk dan kondisi penanganan, pengolahan, pengemasan, distribusi dan penyimpanan produk untuk menghasilkan produk dengan mutu terbaik dan menjamin produksi makanan secara aman dengan produksi yang baik, sehingga jaminan mutu secara keseluruhan mencakup perencanaan sampai diperoleh produk akhir..

Soekarto (1990) menyatakan bahwa pengawasan mutu pangan juga mencakup penilaian pangan, yaitu kegiatan yang dilakukan berdasarkan kemampuan alat indera. Cara ini disebut penilaian inderawi atau organoleptik. Di samping menggunakan analisis mutu berdasarkan prinsip-prinsip ilmu yang makin canggih, pengawasan mutu dalam industri pangan modern tetap mempertahankan penilaian secara inderawi/organoleptik. Nilai-nilai kemanusiaan yaitu selera, sosial budaya dan kepercayaan, serta aspek perlindungan kesehatan konsumen baik kesehatan fisik yang berhubungan dengan penyakit maupun kesehatan rohani yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan juga harus dipertimbangkan.

KETERKAITAN PENGAWASAN MUTU
Pengawasan mutu merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta manajerial dalam hal penanganan mutu pada proses produksi, perdagangan dan distribusi komoditas. Oleh karena itu, pengawasan mutu bukan semata-mata masalah penerapan ilmu dan teknologi, melainkan juga terkait dengan bidang-bidang ilmu sosial dan aspek-aspek lain, yaitu kebijaksanaan pemerintah, kehidupan kemasyarakatan, kehidupan ekonomi serta aspek hukum dan perundang-undangan. Menurut Soekarto (1990), keterkaitan pengawasan mutu pangan dengan kegiatan ekonomi, kepentingan konsumen, pemerintahan dan lain-lain
Di tingkat perusahaan, pengendalian mutu berkaitan dengan pola pengelolaan dalam industri. Citra mutu suatu produk ditegakkan oleh pimpinan perusahaan dan dijaga oleh seluruh bagian atau satuan kerja dalam perusahaan/industri. Dalam industri pangan yang maju, pengendalian mutu sama pentingnya dengan kegiatan produksi. Penelitian dan pengembangan (R&D) diperlukan untuk mengembangkan sistem standardisasi mutu perusahaan maupun dalam kaitannya dengan analisis mutu dan pengendalian proses secara rutin. Dalam kaitan dengan produksi, pengawasan mutu dimaksudkan agar mutu produksi nasional berkembang sehingga dapat menghasilkan produk yang aman serta mampu memenuhi kebutuhan dan tidak mengecewakan masyarakat konsumen. Bagian pemasaran juga harus melaksanakan fungsi pengawasan mutu menurut bidangnya. Kerjasama, kesinambungan, dan keterkaitan yang sangat erat antarsatuan kerja dalam organisasi perusahaan semuanya menuju satu tujuan, yaitu mutu produk yang terbaik.

Siapa Bilang jadi Analis Setres????

katanya siapa analis bikin setres and bikin kepala puyeng karena selalu harus berurusan dengan bahan kimia yang berbahaya dan selalu diLaboratorium seharian memikirkan pengujian? jadi analis gak ngurangin berat badan or kepala jadi botak kaya profesor, tapi malah seneng bisa maen2 sama bahan kimia yang berwarna warni tapi dengan selalu memperhatikan peraturan Laboratorium, berhati-hati dan pake APD (alat pelindung diri) serta merhatiin K3 (kesehatan dan keselamatan kerja). Emmm.....jadi buat orang2 yang beranggapan kerja di laboratorium itu tidak menyenangkan......???kayanya itu salah banget dech....., karena hal ini saya dan all my friend alami. Jadi analis fine2 aja ko....masi bisa happy2 and bergaya gokil saat difoto. ini buktinya:
Bergaya dengan kaca mata yang ada di laboratorium (alat pelindung diri)
Selesai Praktikum dapat kesempatan foto rame2 bareng Bule......
bergaya dengan masker and kaca mata pelindung (alat pelindung diri di laboratorium)

Sebelum mulai Praktikum, sambil nunggu dosen, bergaya dulu donk.....layaknya mode

Difoto dulu setelah selesai praktikum

Duet maut saat TITRASI


Rame-rame Bergaya kaya Foto model






















BEWARA.............

hayz..........bwt smua teman2, ade2, mas2, mbak2, ibu2 and bapa2 or siapa aja dech.........yang uda buka BLOG ini aku ucapin mkasi ya........ but jgn cuma skedar lihat donk......FOLLOW me oK...at www.endrah.blogspot.com
abaout me:
Nama Lengkap: Endrah Kusmiyawati
Nama Panggilan: Endrah or End or Endah
Tempat, tanggal, lahir: Cianjur 26 Januari 1989
Alamat: Cianjur Jawabarat
Pekerjaan: Mahasiswi salah satu Politeknik di Jember Jawa Timur
Jurusan: Manajemen Agroindustri
Program Studi: Pengendalian Mutu Agroindustri (Quality ControL)
Hobi: cooking, singing, sophing, and sleeping (@_@)
itz me......















Cara Pengambilan Contoh (sampel) pada Pengujian Mutu

Pengambilan contoh padatan

1) Pengambilan contoh dari lot yang berbentuk curah
Pengambilan contoh pada produk pengangkut atau lini produksi. Contoh diambil pada waktu produk atau bahan ynag sedang bergerak ke gudang atau sebaliknya dari alat transportasi ke gudang atau sebaliknya. Contoh diambil beberapa kali yag beratnya sama pada periode yang sama.
Dalam tumpukan atau gudang contoh diambil berdasarkan jumlah lot atau sesuai dengan jenis uji yang dilakukan. Contoh diambil di beberapa tempat dari seluruh lapisan secara acak dengan masing-masing beratnya sama.

2) Pengambilan contoh dari lot yang berbentuk terkemas
Dalam alat pengangkut atau lini produksi
Contoh diambil dari produk yang sedang bergerak melalui saluran pengangkut produk dari ruang produksi ke gudang atau sebaliknya atau dari alat transportasi ke gudang atau sebaliknya. Contoh diambil dari beberapa kemasan pada waktu yang sama.
Dalam tumpukan atau gudang dalam karung atau kemasan karton/peti.
Pengambilan contoh semi padat
Bila lot berbentuk curah contoh sebaiknya ditampung ketika bahan dialirkan melalui pipa penyalur kedalam tangki, minyak dan sebagainya. Bagi cairan yang telah ditampung dalam bak atau dalam tangki, pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan alt yang sesuai.

Pengambilan contoh cairan

1) Pengambilan contoh dari pipa penyalur
Kecepatan aliran dalam pipa harus diatur sedemikian rupa sehingga dapat menyebabkab gerakan yang dapat mengaduk cairan. Contoh diambil dengan menggunakan pipa berkran. Contoh diambil selang waktu tertentu yang ditentukan dari percobaan terantung sifat bahan. Penampungan contoh dilakukan sedemikian sehingga masing-masing pengambilan contog volumeya sama dan pada akhirnya diperoleh jumlah yang dikehendaki.. batas ukuran tanding yang dapat diwakili oleh satu contoh maksimum 500 ton. Bila besar tanding lebih dari 500 ton maka kelebihannya dianggap tanding yang lain.

2) Pengambilan contoh dari tangki
Bila tangki berbentuk silinder vertical berada didarat atau tangki kapal pengambilan contoh dilakukan sebagai berikut:
Contoh diambil dari jarak 30 cm dari dasar sampai permukaan cairan. Volume tiap pengambilan harus sama dan seluruhnya disatukan dalam satu contoh.
Bila isi tangki diketahui homogen contoh diambil dari lima tempat, satu kali pada jarak 1/10 tinggi cairan dari dasar. Kelima hasil pengambilan yang sama volumenya masing-masing dicampur manjadi satu contoh.

3) Pengambilan contoh dari lot terkemas:Cairan dikemas dalam drumatau tangki kecil berkapasitas 20-200 L. Sesuai dengan sifat bahan bila drum terlebih dahulu digoyang-goyangkan atau isi drum diaduk hingga serba sama, contoh diambil dengan menggunakan tabung pengambil contoh. Tergantung pada jumlah drum contoh diambil